肚臍環又回來了:從 Y2K 風格到重新喜歡自己的身體

Piercing pusar kembali lagi: dari gaya Y2K hingga belajar menyukai tubuh sendiri

Piercing pusar kembali lagi: dari gaya Y2K hingga belajar menyukai tubuh sendiri

Kalau belakangan kamu memperhatikan tren fashion Eropa dan Amerika, mungkin kamu juga menyadari satu hal: area perut kembali terlihat.

Celana low-rise kembali, atasan crop kembali, gaya Y2K kembali. Maka aksesori kecil berkilau yang dulu identik dengan gadis era 2000-an, yaitu piercing pusar, ikut kembali menjadi perhatian.

Dulu, piercing pusar mungkin langsung mengingatkan kita pada gaya panggung Britney Spears yang memperlihatkan pinggang, nuansa rebel Alicia Silverstone di MV Aerosmith, atau perhiasan pusar Naomi Campbell dan Christy Turlington di runway. Itu adalah masa ketika mini top, jeans low-rise, rhinestone, dan payet terasa sangat wajar.

Namun kemudian, tren perlahan berubah.
Garis pinggang pakaian semakin tinggi, baju semakin menutup tubuh, dan piercing pusar seakan tersimpan dalam kenangan era 2000-an.

Sampai sekarang.

Mengapa piercing pusar mulai populer lagi?

Pada dasarnya, hal ini sulit dipisahkan dari kembalinya Y2K.

Ketika gaya 2000-an ditemukan lagi oleh generasi muda, celana low-rise, tank top crop, rok mini, dan aksesori berkilau ikut kembali. Menampilkan sedikit garis pinggang tidak lagi hanya menjadi simbol “seksi”, tetapi juga bisa menjadi bahasa gaya.

Piercing pusar sekarang tidak sepenuhnya sama dengan kesan lama yang sangat kuat dan rebel.

Ia bisa berupa satu rhinestone kecil, ring emas tipis, atau desain mutiara, kupu-kupu, hati, dan charm. Dibandingkan gaya hot girl dulu yang lebih heboh, piercing pusar sekarang terasa lebih refined dan lebih mudah dipadukan dengan outfit sehari-hari.

Satu T-shirt crop, celana jeans low-rise, ditambah piercing pusar kecil saja sudah bisa memberi nuansa Y2K yang effortless.

Tapi tidak semua orang selalu menyukai perutnya sendiri

Bagi banyak perempuan, “memperlihatkan perut” tidak pernah sesederhana itu.

Kita terlalu terbiasa memeriksa tubuh sendiri dengan berbagai standar. Apakah perut cukup rata? Apakah pinggang cukup kecil? Saat duduk apakah ada lipatan? Apakah terlihat aneh saat memakai celana low-rise?

Terutama di media sosial, tubuh orang lain seolah selalu sempurna. Lama-lama, kita mudah lupa bahwa tubuh nyata memang berubah. Perut bisa berbeda karena makan, stres, siklus hormon, postur, dan kondisi hidup. Semua itu normal.

Jadi bagi sebagian orang, piercing pusar bukan sekadar dekorasi.

Ia seperti pengingat kecil:
tubuh ini tidak harus menunggu “sempurna” dulu untuk layak disukai.
Kamu yang sekarang juga bisa memilih menghiasnya, melihatnya, dan menerimanya dengan caramu sendiri.

Mengubah rasa tidak aman menjadi titik kecil yang bersinar

Penulis asli membagikan bahwa ia selalu punya perasaan rumit terhadap perutnya karena tidak seperti yang ia harapkan. Kemudian, pada usia 21 tahun, ia memutuskan untuk membuat piercing pusar, seperti cara kecil namun langsung untuk menghadapi rasa tidak aman terhadap tubuhnya.

Pilihan ini mungkin terdengar agak dramatis, tetapi banyak perempuan sebenarnya memahami perasaan itu.

Kadang kita tidak tiba-tiba menjadi sangat percaya diri; kita hanya lebih dulu melakukan satu hal kecil yang membuat kita mulai melihat tubuh dari sudut berbeda. Bisa berupa satu atasan crop, satu rok low-rise, foto yang tidak diedit sampai sempurna, atau satu piercing pusar kecil.

Ia mungkin tidak langsung menyelesaikan semua kecemasan soal tubuh, tetapi bisa membuatmu untuk pertama kalinya merasa, “Sepertinya tidak seburuk itu.”

Kembalinya Y2K bukan hanya soal nostalgia

Estetika Y2K kembali bukan hanya karena orang tiba-tiba merindukan era 2000-an.

Ini juga berarti banyak hal yang dulu dianggap norak, terlalu mengilap, terlalu girly, atau terlalu berlebihan sedang dilihat ulang. Rhinestone bisa terlihat manis, celana low-rise bisa punya sikap, warna pink bisa keren, dan piercing pusar tidak harus selalu diberi label murahan atau ketinggalan zaman.

Perempuan sekarang bisa menentukan sendiri apa yang cocok untuk dirinya.

Kamu boleh menyukai minimalis, boleh juga menyukai yang berkilau.
Boleh memakai atasan longgar, boleh juga memakai tank top crop.
Boleh tidak memperlihatkan perut, dan boleh juga suatu hari ingin membiarkan piercing pusarmu terlihat sedikit.

Intinya bukan harus mengikuti tren, melainkan memiliki kebebasan untuk memilih.

Kadang, kamu juga bisa memakai sesuatu yang sedikit berkilau untuk berkata lembut pada diri sendiri:

“Begini juga sudah cantik.”

Artikel terkait

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Harap dicatat bahwa komentar harus disetujui sebelum dipublikasikan.