Kualitas Rendah Jadi Tren Baru? Mengapa Semua Kembali Menyukai Gaya Retro Lo-Fi
Kualitas Rendah Jadi Tren Baru? Mengapa Semua Kembali Menyukai Gaya Retro Lo-Fi
Pernah merasa bahwa foto sekarang justru makin berkesan saat makin buram?
Padahal kamera iPhone terbaru semakin canggih, sampai pori-pori pun terlihat jelas. Namun, orang-orang mulai mengeluarkan ponsel lama dari belasan tahun lalu, kamera digital CCD, bahkan sengaja menambahkan grain dan filter buram pada foto.
Sedikit kabur, agak kekuningan, kadang juga terlalu terang. Entah mengapa, hasilnya justru terlihat sangat menarik!
Dari Lana Del Rey hingga Tyla, Ponsel Lama Kembali Populer
Masih ingat masa awal Lana Del Rey berfoto di depan cermin sambil memegang BlackBerry bertabur kristal?
Foto-foto saat itu memang tidak setajam sekarang, tetapi memiliki nuansa lembut dan sedikit seperti mimpi.
Baru-baru ini, penyanyi Tyla juga bercerita bahwa ia masih memakai BlackBerry dan iPhone 5C untuk memotret. Alasannya sederhana: kamera lama memiliki efek soft focus alami, sehingga riasan pun terlihat lebih natural!
Dibanding kamera beresolusi tinggi saat ini yang menangkap setiap detail dengan sangat jelas, foto yang tidak terlalu sempurna seperti ini justru memiliki daya tarik tersendiri.

Mengapa Orang Mulai Menyukai Lo-Fi?
Lo-Fi awalnya merupakan singkatan dari Low Fidelity, yang berarti tingkat ketepatan reproduksi rendah. Kini istilah ini juga sering dipakai untuk menggambarkan gaya visual dengan grain, rona kabur, dan suasana retro.
Dari kamera film, CCD, hingga iPhone lama, orang tampaknya semakin menyukai gambar yang tidak dipoles sampai terlalu sempurna.
Foto boleh sedikit goyang, kurang fokus, bahkan memiliki penyimpangan warna yang aneh. Detail kecil yang dahulu dianggap kekurangan kini justru menjadi sumber nuansa retro.
Terkadang, foto memang tak perlu terlalu jelas agar bisa menyimpan perasaan paling tulus dari momen tersebut.
Bukan Hanya Foto, Hidup Pun Ingin Sedikit Lebih Lambat
Gelombang nostalgia ini tidak hanya muncul dalam fotografi.
Piringan hitam, iPod, kaset, bahkan surat tulisan tangan perlahan kembali disukai anak muda.
Dulu kita selalu berharap satu ponsel bisa melakukan segalanya. Sekarang, rasanya kita mulai merindukan lagi rutinitas kecil yang membutuhkan sedikit lebih banyak waktu.
Memotret dengan kamera lalu memindahkannya ke komputer dengan santai setelah pulang; memilih album favorit dan mendengarkannya dari awal hingga akhir; atau menulis surat sambil menantikan balasan.
Walaupun lebih merepotkan, ada romantisme tersendiri di dalamnya.

Ketidaksempurnaan Justru Bagian yang Paling Menggemaskan
Mungkin pesona sesungguhnya dari Lo-Fi bukan sekadar nuansa retro, melainkan kesempatan untuk sejenak berhenti mengejar kesempurnaan pada setiap gambar.
Foto tidak harus beresolusi tinggi, dan hidup tidak harus selalu serbainstan. Sesekali lebih lambat dan sedikit kabur rasanya juga tidak buruk.
Saat memotret lagi nanti, cobalah mengurangi editan dan membiarkan lebih banyak grain tetap terlihat.
Bagaimanapun, sebagian kenangan justru terasa sangat manis karena sedikit buram!
